Senin, 04 April 2011

Resume Perilaku Konsumen Bab 3 : personality

A. Kepribadian
Kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakterisitik yang paling dalam pada diri seseorang(inner psychological characteristics) manusia, perbedaan karakterisitik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing – masing individu. Kepribadian menunjukkan konsistensi dan berlangsung lama dan kepribadian ini juga dapat berubah.
Tiga teori kepribadian yang utama :
- Teori Freud
- Teori kepribadian Neo-Freud
- Ciri (trait teori)
1. Teori Freud
Teori ini menyatakan bahwa kebutuhan yang tidak disadari atau dorongan dalam diri manusia, seperti dorongan seks dan kebutuhan biologis adalah initi dari motivasi dan kepribadian manusia. Menurut Freud ada tiga unsure yang saling berinteraksi yaitu , id ,ego, dan super ego. Id adalah aspek biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir, yang mendorong munculnya kebutuhan fisiologis seperti lapar, haus, dan nafsu seks. Superego adalah aspek psikologis pada diri manusia yang menggambarkan sifat manusia untuk tuduk dan patuh pada norma- norma social, etika, dan nilai – nilai masyarakat. Sedangkan ego adalah unsur yang bisa disadari dan dikontrol oleh manusia.
2. Teori neo – Freud
Teori ini berbeda dengan teori Freud dalam dua hal yaitu :
- Limgkungan social yang berpengaru dalam pembentukan kepribadian manusia bukan insting manusia
- Motivasi berperilaku diarahkan dalam memenuhi kebutuhan manusia
Teori neo – Freud menyatakan bahwa hubungan social adalah factor dominan dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian manusia. Para tokoh teori social psikologi adalah Alfred Adler, Karen Horney, Harry Stack Sullivan, dan Fromm.
3. Teori Ciri
Teori ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam mengukur kepribadian konsumen. Teori cirri mengklasifikasikan karakterisitik atau cirri yang paling menonjol. Cirri atau trait adalah karakteristik psikologis khusus yang didefinisikan sebagai “any distinguishing, relative enduring way in wich one individual differs from another”.
B. Gaya Hidup
Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang menggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uangnya. Dari defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang, yaitu bagaiman ia hidup, menggunakan uangnya, dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya.
Konsep yang terkait dengan gaya hidup adalah psikografik yaitu suatu instrument untuk mengukur gaya hidup yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Study psikografik bisa dalam bweberapa bentuk yaitu :
1. Profil gaya hidup
2. Profil produk spesifik
3. Studi yang menggunakan kepribadian ciri sebagai factor yang menjelaskan, menganalisis kaitan beberapa variable dengan kepribadian cirri.
4. Segmentasi gaya hidup
5. Segmentasi produk spesifik
C. Kepribadian dan Perilaku Konsumen
Pemasar mengharapkan konsumen menilai bahwa produk atau jasa tersebut sebagai sesuatu yang cocok bagi kepribadiannya sehingga mereka menyukai, membeli, dan menggunakan produk dan jasa tersebut.
Kepribadian ciri inovatif menggambarkan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk atau jasa. Dogmatisme adalah sebuah kepribadian ciri yangm mengukur tingkat kekuan seseorang dalam menerima segala sesuatu yang tidak dikenal atau menerima informasi yang bertentangan dengan kepercayaan yang dimilikinya. Karakterisitik social adalah salah satu kepribadian cirri lainnya ini kaan mengindentifikasi dan membagi individu kedalam berbagai jenis social budaya yang berbeda.
Based on UJang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran(Consumer Behavior: Theory and Application In Marketing)
Summarized by Nur Aliah Rahman (Majoring In Family Science And Consumer, College Of Human Ecology – Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar